Pemerintah Desa Pancur Jaya bersama Tim Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla di Desa Pancur Jaya, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Pancur Jaya, Jalan Abduraan RT 04/RW 04, Dusun 02, tersebut dipimpin oleh Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, bersama Kolonel Tek I Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf Sugianto.
Kegiatan turut didampingi personel Kodim 0303/Bengkalis yang dipimpin Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih. Hadir pula Kepala Desa Pancur Jaya Hasan Basri, S.T., Ketua BPD Sabsuadi, perangkat desa, BPBD Kecamatan Rupat, Linmas, FKPM, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat Desa Pancur Jaya.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Mabes TNI menekankan bahwa Karhutla merupakan ancaman serius yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, perekonomian, transportasi hingga pendidikan.
Kolonel Tek I Wayan Joni Nugraha menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api, termasuk puntung rokok dan aktivitas masyarakat di kawasan lahan maupun hutan.
Selain itu, pengelolaan sumber air dan lahan gambut dinilai penting, terutama dalam menghadapi musim kemarau. Masyarakat didorong untuk menjaga embung dan parit, membuat sekat kanal, serta mempertahankan ketersediaan air agar lahan gambut tidak menjadi kering dan mudah terbakar.
Tim penyuluhan juga mengajak masyarakat meningkatkan patroli dan kegiatan gotong royong di wilayah yang rawan Karhutla. Upaya tersebut diharapkan melibatkan perangkat desa, MPA, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar dan unsur terkait lainnya.
Sementara itu, Mayor Inf Sugianto mengapresiasi kondisi Desa Pancur Jaya yang dinilai bersih dan rapi, serta masyarakatnya yang hidup rukun dan saling menghormati.
Ia juga mengimbau para pemilik kebun untuk menyediakan sumber air di lahan masing-masing, antara lain melalui pembuatan sumur atau embung. Ketersediaan sumber air tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kebun, tetapi juga menjadi cadangan apabila terjadi kebakaran.
Masyarakat juga didorong mengelola lahan secara produktif dengan memilih tanaman bernilai ekonomi, seperti durian dan mangga, sehingga lahan dapat memberikan manfaat dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil 04/Rupat Lettu Inf Budiansyah Saragih menyampaikan bahwa wilayah Rupat memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang perlu diantisipasi melalui peningkatan kesiapsiagaan, kewaspadaan dan patroli.
Ia mengingatkan agar kejadian Karhutla seperti pada 2019 yang menimbulkan dampak asap hingga ke negara tetangga tidak kembali terjadi. Masyarakat diminta menghindari pembakaran lahan karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Terkait ketersediaan sumber air, pemerintah juga telah melakukan upaya melalui pembangunan sumur bor. Di Pulau Rupat direncanakan sekitar 30 titik sumur bor, khususnya di lokasi yang dinilai rawan dan sering ditemukan hotspot.
Menurut Budiansyah, sumur bor pertama di Batu Panjang telah berhasil mendapatkan sumber air dengan kedalaman pengeboran sekitar 50 hingga 70 meter. Untuk titik berikutnya, pengeboran masih menghadapi kendala teknis sehingga lokasi akan disesuaikan berdasarkan petunjuk lebih lanjut.
Kepala Desa Pancur Jaya Hasan Basri menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pelaksanaan sosialisasi dari Tim Mabes TNI. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru dilantik sebagai Kepala Desa Pancur Jaya pada 1 September 2026 dan masih dalam tahap penyesuaian dalam menjalankan tugas pemerintahan desa.
Menurutnya, masyarakat Desa Pancur Jaya memiliki mata pencaharian yang beragam, dengan mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan, sementara sebagian lainnya mencari madu hutan.
Terkait Karhutla, pihak desa terus melakukan pemantauan meskipun kejadian kebakaran di wilayah Pancur Jaya selama ini relatif sedikit. Desa juga telah memiliki posko Karhutla yang tetap dijaga dan melibatkan personel desa dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran.
Apabila terjadi kebakaran di desa tetangga dan membutuhkan bantuan, tim Karhutla Desa Pancur Jaya siap membantu sesuai arahan dari pihak kecamatan.
Hasan Basri juga menyampaikan bahwa peran TNI dan Babinsa sangat membantu masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah desa.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI memberikan bantuan sembako kepada lima orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pancur Jaya.
.
Kelima anggota MPA tersebut dinilai sebagai tim yang paling aktif dalam membantu penanganan Karhutla, baik di wilayah Desa Pancur Jaya maupun ketika terjadi kebakaran di desa-desa tetangga yang membutuhkan bantuan.
Pemberian bantuan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kepedulian, kesiapsiagaan dan kontribusi MPA yang selama ini turut membantu pemerintah dan unsur terkait dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di wilayah Kecamatan Rupat. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada lima anggota MPA dan foto bersama.
Selanjutnya, pada Sabtu (19/9/2026), Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dijadwalkan melaksanakan pengecekan lahan bekas terbakar dan kanal di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan berlangsung aman, tertib dan lancar.